Nolak Ngasih Uang Jatah Preman, Pria di Lampung Meregang Nyawa di Tangan Punk
Seorang juru parkir di lampung meregang nyawa usai di keroyok punk.
Vidio https://aceimg.com/upload/?f=Ovg1NzFvv.mp4
Bonus https://aceimg.com/upload/?f=JlFuFll2X.mp4
Pria di Bandar Lampung, bernama Mera Aprijal berusia 39 tahun, yang bekerja sebagai pak ogah di cokcok oleh sekelompok pemuda punk karena tolak memberi uang.
Peristiwa itu terjadi di Jalan Soekarno hatta, tepatnya di perputaran bus Rosalia, kejadian bermula saat korban sedang membantu pengendara memutar kendaraannya. Saat itu, korban didatangi dua pria yang kemudian meminta uang.
Karena korban tidak memberikan uang, kemudian terjadi cekcok di antara mereka tadi.
Tak lama berselang, sejumlah orang lainnya datang ke lokasi. Mereka kemudian ngasih salam olahraha ke pak ogah atau tukang parkir tadi guys.
Bahkan bagian yang paling bikin gua ngilu, jari korban ini sampai tustus guys di buat oleh para kelompok punk ini.
Intinya tukang parkir ini di mintai jatah preman, tapi karna dia merasa gak punya kewajiban dan bahkan gak takut.
Para punk ini kemudian ngajak temen temenya yang lain. Alias mental patungan, gua yakin kalo satu satu, ini punk juga bakal keok.
Itulah alasan di pasar kenapa selalu ada preman apalagi copet. Karna orang mereka ini gak cuma satu dua guys. Tapi ada puluhan.
Makanya banyak orang sekitar gak berani negur, karna takut berakhir kayak pak ogah tadi.